Clouds Marsmellow Cokelat: Praktikum Biologi - Bintik Buta

Pages

Jumat, 25 Januari 2013

Praktikum Biologi - Bintik Buta

Tujuan : Mengetahui adanya bintik buta.
Alat dan bahan :
-kertas manila             -mistar 1m
 -Spidol atau bolpoin   -isolasi

Kegiatan 1
Langkah kerja :
1.      Sediakan kertas manila berukuran 3x14 cm.
2.      Buatlah tanda (+) dan tanda (o) dengan garis tengah 2 mm dengan jarak antara keduanya pada kertas tersebut sejauh 10cm.
3.      Peganglah kertas dengan tangan kiri sejauh 50cm didepan mata, tanda (o) di sebelah dalam.
4.      Pusatkan pandangan mata kiri pada tanda (o) dan tutuplah mata kanan.
5.      Dengan mata kiri, terpusat pada (o) dekatkan perlahan-lahan hingga tnda (+) hilang dan kemudian tampak kembali. Ukur dan catatlah dalam tabel pada jarak berapakah tanda (+) hilang, dan pada jarak berapakah tanda (+) itu tampak kembali?

6.      Ulangi percobaan 3x !
7.      Baliklah tanda (o) dan ulangi prosedur diatas dengan mata kanan sebanyak 3x !
 Data hasil pengamatan :
Ulangan
Mata kanan ditutup
Mata kiri ditutup
Jarak pada waktu tanda (+) hilang
Jarak pada waktu tanda (+) tampak
Jarak pada waktu tanda (o) hilang
Jarak pada waktu tanda (o) tampak
1
50
29,5
42
50
2
50
29
41
50
3
50
31,5
44
50
Jumlah
150
90
127
150
Rata-rata
50
30
42,33
50

Pembahasan :
            Ketika mata kanan ditutup, pada percobaan pertama jarak tanda (+) hilang adalah 50 cm dan jarak tanda (+) tampak adalah 29,5 cm. Pada percobaan kedua jarak tanda (+) hilang adalah 50 cm dan jarak tanda (+) tampak adalah 29 cm. Pada percobaan ketiga jarak tanda (+) hilang adalah 50 cm dan jarak tanda (+) tampak adalah 31,5 cm. Rata-rata jarak tanda (+) hilang adalah 50 cm dan rata-rata jarak tanda (+) tampak adalah 30 cm.
            Ketika mata kiri ditutup, pada percobaan pertama jarak tanda (o) hilang adalah 42 cm dan jarak tanda (o) tampak adalah 50 cm. Pada percobaan kedua jarak tanda (o) hilang adalah 41 cm dan jarak tanda (o) tampak adalah 50 cm. Pada percobaan ketiga jarak tanda (o) hilang adalah 44 cm dan jarak tanda (o) tampak adalah 50 cm. Rata-rata jarak tanda (o) hilang adalah 42,33 cm dan rata-rata jarak tanda (o) tampak adalah 50 cm.
Kesimpulan :
            Pada percobaan yang telah dilakukan, posisi bintik buta mata kanan dan kiri berbeda. Pada jarak tertentu, benda terlihat dan pada jarak tertentu benda tidak terlihat. Ketika benda tidak terlihat pada jarak tertentu, hal ini disebabkan oleh pembiasan cahaya dari benda tersebut jatuh dibagian bintik buta pada retina yang cahayanya jatuh pada bagian yang tidak mengenai sel-sel batang dan kerucut sehingga tidak ada impuls yang diteruskan ke saraf optik. Sebaliknya, jika pembiasan cahaya dari suatu benda jatuh di bagian bintik kuning pada retina, maka benda dapat terlihat.
Jawaban :
  1. Pada jarak tertentu tanda (+) hilang dan pada jarak tertentu tanda (+) tampak.
  2. Karena pada saat tampak, bayangan jatuh pada bintik kuning, dan ketika tidak tampak, bayangan jatuh pada bintik buta.
  3. Tidak. Karena, jika buta warna yang terjadi adalah kita tidak bisa membedakan warna. Sedangkan pada percobaan ini yang terjadi adalah kita tidak bisa melihat benda pada jarak tertentu dan bisa melihat benda pada jarak tertentu.
  4. Mengalami. Akomodasi adalah kemampuan mata untuk mencembungkan atau memipihkan lensa mata. Pada proses melihat, lensa mata akan cembung jika melihat benda yang dekat dan akan memipih jika melihat benda yang jauh. Hal ini sebenarnya adalah usaha menempatkan bayangan yang dilihat agar tepat pada retina sehingga dapat jelas.*
  5. Iya.
Kegiatan 2
Langkah kerja :
  1. Buatlah garis AB pada pertengahan kertas manila yang berukuran 30x85 cm, kemudian buat titik C pada garis AB tersebut dengan C dekat dengan titik A.
  2. Ambillah kertas yang lain dengan ukuran 2x5 cm, kemudian buatlah titik P dengan garis tengah 2mm pada salah satu sisi kertas tersebut.
  3. Pasanglah kertas manila di papan tulis. Salah seorang siswa duduk di kursi menghadap ke papan tulis sedemikian rupa sehingga mata kanan tegak lurus dengan titik C dan mata kiri ditutup.
  4. Kalau sudah tepat, lekatkan kertas manila dengan isolasi.
  5. Jarak mata kanan probandus dengan titik C pada kertas di papan tulis 50cm dan mata kiri ditutup.
  6. Siswa lain mengambil kertas no. 2 dan menghimpitkan dititik P dengan titik C.
  7. Geserkan perlahan-lahan ke arah B melalui garis AB sampai titik P menghilang. Berilah tanda titik D pada waktu titik P mulai menghilang. Kemudian geserlah terus titik P pada garis AB sampai titik P kelihatan kembali dan berilah tanda E pada mulainya titik P muncul kembali.
  8. Ulangi sekali lagi, tetapi geserkan titik P dengan arah dari B ke A untuk menentukandengan pasti letak titik E dan D yang sebenarnya.
  9. Letakkan titik R di tengah DE. Tarik garis M tegak lurus dengan DE melalui titik R. Kemudian buatlah garis N dan L melalui titik R dengn ketentuan sudut 45° dan L tegak lurus N.
  10. Geserkan titik P melalui garis L,M,N berturut-turut untuk memperoleh titik-titik yang hilang dan muncul kembali.
  11. Hubungkan semua titik yang diperoleh dan tentukan bidang yang dibentuk
  12. Ulangi percobaan diatas dengan jarak 1m.
Data Hasil Pengamatan : Terlampir
Pembahasan :
Perbandingan luas daerah perbandingan bintik buta yang di peroleh pada jarak 0,5 m lebih kecil bila di bandingkan dengan luas daerah pengaruh bintik buta pada jarak 1 meter. Bentuk dan luas daerah yang di pengaruhi bintik buta pada setiap orang berbeda.

Kesimpulan :
            Semakin jauh jarak mata dengan benda, maka luas daerah pengaruh bintik buta semakin luas.
Jawaban :
  1. Luas daerah pengaruh bintik buta pada jarak 50 cm lebih kecil daripada luas daerah pengaruh bintik buta pada jarak 100 cm.
  2. Tidak.
  3. Bintik buta adalah tempat saraf optik meninggalkan bagian dalam bola mata dan tidakmengandung sel konus dan sel batang.**
  4. Dalam kehiduan sehari-hari saya tidak sadar bahwa ada pengaruh bintik buta, hal ini mungkin disebabkan karena bintik buta merupakan bagian terkecil mata yang tidak banyak di ketahui orang umum. Hanya orang yang mendalami bidang ini saja yang menyadarinya.**










Daftar Pustaka:



By : Restu Zarastika

0 komentar:

Posting Komentar